Tiwul Istimewa nenek
Adhisti malas sarapan pagi. Dia bosan dengan masakan ibu, yang menurutnya itu-itu saja. nenek Labibah datang, membawa oleh-oleh, tiwul, makanan khas Desa Gunungkidul.Tiwul, apa itu? Kira-kira Adhisti mau sarapan dengan tiwul? Walaupun makanan desa, tiwul diolah Nenek Labibah dengan kasih sayang. Tiwul menjadi istimewa dengan rasa kota.
| Penulis | Indah Julianti |
|---|
Berkas belum tersedia
Buku ini terdaftar di katalog, tetapi berkas PDF-nya belum bisa disajikan.